Posted by: Blog Nuklir on: 6 November 2009
Jakarta, Kompas – Dalam peta jalur pengembangan industri energi nuklir di Indonesia, pembangunan dua pembangkit listrik tenaga nuklir menurut rencana akan dimulai tahun depan. Dengan demikian, pada tahun 2016 diperkirakan PLTN sudah mulai beroperasi.
Meski demikian, hingga kini belum ada pihak kontraktor yang ditetapkan untuk melaksanakan pembangunannya. Ini diungkapkan Adi Wardoyo, Deputi Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Bidang Pengembangan Teknologi dan Energi Nuklir, Senin (2/11).
Posted by: Blog Nuklir on: 6 November 2009
JEPARA – Menanggapi pernyataan dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) terkait kelayakan Semenanjung Muria sebagai tapak lokasi untuk mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mendapatkan reaksi dari Koalisi Rakyat dan Mahasiswa Tolak PLTN (Kraton).
Sumedi, koordinator Kraton menegaskan, alasan Batan dengan kelayakan pembangunan di Jepara dilihat dari analisis keamanan pembangunan di Jepara adalah salah.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: Blog Nuklir on: 5 November 2009

“Nuklir itu sangat ramah lingkungan. Orang tidak bisa membedakan mana yang ramah lingkungan dan mana yang berisiko tinggi. Kalau risiko tinggi, iya,” ujar Muhamad Najib, anggota DPR Komisi VII dalam Workshop Nuklir untuk Listrik Pangan dan Kesehatan 2009, Kamis (29/10) di ICMI Center, Jakarta.
Namun, sampai saat ini nuklir masih ditakuti dan dianggap momok sehingga jenis energi ini belum dipercaya untuk memberikan kontribusi dalam menyediakan kebutuhan energi di Indonesia. “Kata-kata nuklir selalu jadi momok di Indonesia. Orang awam, kalau baca nuklir, takut,” ujar Sugiharto, Ketua Dewan Pakar ICMI saat membuka workshop tersebut.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: Tedy on: 30 Oktober 2009
Kebijakan Energi Mix Pemerintah
Pengembangan energi nuklir untuk tujuan sipil seperti reaktor nuklir untuk pembangkit daya, dimulai secara intensif setelah konferensi Geneva “On the peaceful uses of atomic energy” yang disponsori PBB tahun 1955. Penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai telah diterapkan dalam bidang pertanian, peternakan, peningkatan kesehatan dan kedokteran, juga kebutuhan industri.
Penggunaan teknologi nuklir yang lebih umum adalah sebagai pembangkit tenaga listrik. Lebih dari 30 negara yang berkontribusi, setara 16% pasokan energi dunia.
Sebagai negara yang berdaulat, sejak dicetuskannya penggunaan tenaga nuklir untuk tujuan damai, Indonesia telah berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang teknologi nuklir tersebut. Pengalaman selama hampir 40 tahun lebih dalam pengoerasian reaktor dan juga kontribusi aktif di berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, farmasi, kedoteran, dan industri, memperlihatkan kemampuan yang cukup untuk menembus level penggunaan teknologi nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik.
Pemanfaatan tenaga nuklir untuk kebutuhan listrik nasional menjadi salah satu alternatif energi. Kehadirannnya dapat menjadi penopang rencana jangka menengah dan panjang dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional.
Posted by: Blog Nuklir on: 30 Oktober 2009
“Kami sudah menyampaikan aspirasi ke Dewan Energi Nasional (DEN), agar kebijakan tersebut direvisi,” kata Ir H Winarno Thohir, Ketua Umum KTNA.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: Blog Nuklir on: 30 Oktober 2009
Laporan : M Arman
MAKASSAR– Kemelut krisis listrik di Sulsel tak kunjung usai yang berujung pada pemadaman bergilir. Sivitas akademika Unhas menyarankan agar pihak PLN memikirkan untuk membangun pembangkit alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Hal itu mengemuka saat GM PLB Haryanto berkunjung ke rektorat Unhas, Jumat 30 Oktober pukul 10.00 Wita. Dekan MIPA Unhas, Wahid Wahab menilai bahwa PLTN bisa diadakan di Sulsel mengingat pasokan daya yang terbatas. Apalagi PLTN memiliki cost rendah sehingga diharapkan kelak masalah krisis listrik di Sulsel dapat teratasi.
Posted by: Blog Nuklir on: 22 Oktober 2009
SOLO: Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) tengah menunggu masukan dari International Atomic Energy Agency (IAEA) terkait dengan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria, Jepara, Jawa Tengah.
Sejak September 2009, Batan mengajukan permohonan teknis agar badan atom internasional itu meneliti berbagai usulan, terutama yang menyangkut penolakan warga tentang rencana pendirian PLTN tersebut.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: Blog Nuklir on: 20 Oktober 2009

Salah Satu Reaktor nuklir terbesar dan terbesar di dunia yang berada dijepang khususnya Kashiwazaki Kariwa di prefektur Niigata. Reaktor ini di bangun untuk memenuhi kebutuhan listrik dengan teknologi mutakhir. Kemampuan reaktor tersebut sudah teruji dengan tetap bertahan setelah gempa besar yang sangat dasyat mengguncangnya pada tahun 2007.
Pemerintah Jepang didalam Teknologi nuklir khususnya PLTN selalu mengedepankan tingkat keamanan dan keselamatan baik bangunan maupun peralatan yang tinggi. Sehingga masalah gempa yang sering terjadi di Jepang hanya menimbulkan insiden yang tidak signifikan bagi reaktor.
Posted by: Blog Nuklir on: 18 Oktober 2009

Beberapa petugas pemadam kebakaran berusaha mengendalikan sisa-sisa api yang masih menyala ketika terjadi kebakaran di PLN Gardu Induk Cawang, Jakarta timur, Selasa (29/9). (ANTARA/Saptono)
Solo (ANTARA News) – Pada 2020, Indonesia diprediksi menjadi salah negara di dunia pengimpor energi terbesar jika masih masih mengandalkan sumber energi konvensional, kata Kepala BATAN Hudi Hastowo, Sabtu.
“Sistem pembangkit listrik kita saat ini masih banyak tergantung kepada penggunaan batu bara, minyak dan gas sebagai sumber energinya,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan energinya, Indonesia telah mengimpor bahan bakar minyak (BBM) 350 ribu barel per hari, dan subsidi yang dikeluarkan mencapai Rp70 triliun.
“Kondisi seperti ini apabila tidak dicarikan alternatif lainnya untuk memenuhi energi ini jelas akan sangat berat,” katanya.
Berbagai alternatif dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional telah diambil pemerintah, diantaranya pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
Baca entri selengkapnya »