Posted by: Tedy on: 2 Juni 2009
Pemprov: Himni harus lebih kongkrit
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung gagasan Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (Himni) soal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di wilayah provinsi itu guna menyelesaikan krisis kelistrikan.
Namun organisasi itu diminta lebih kongkrit. Kepala Bappeda Sulsel Sangkala Ruslan berharap kajian ilmiah kelaikan PLTN di Sulsel secepatnya disusun, sehingga pembangunan infrastruktur kelistrikan memiliki dasar pertanggungjawaban publik.
Sebelumnya, Himni menya takan Provinsi Sulsel adalah titik potensial pembangunan PLTN di Indonesia. Ketua Himni Sulsel Alfian Noor menilai Sulsel memiliki syarat dasar penting pembangunan PLTN, yakni berlokasi di lempengan minim guncangan, sehingga risiko kerusakan infrastruktur kelistrikan itu relatif minim.
“Memang Alfian sudah usulkan ke saya pembangunan PLTN di Sulsel, tapi data yang diberikan hanya berbentuk pidato pengukuhan. Kami mau kajian PLTN disertai data-data rinci dan akurat, sehingga Bappeda punya dasar dalam mengambil kebijakan,” ujarnya.
Sangkala mengatakan Himni sebaiknya melakukan feasiblity study (FS) tentang realisasi pembangunan PLTN di Sulsel, untuk secepatnya membantu pemda merintis proyek kelistrikan itu. Menurutnya Himni adalah lembaga yang kompeten serta qualified melakukan pengkajian kelaikan PLTN di Sulsel.
Selain itu, Bappeda juga mengha rapk an Japan International Cooperation Agency (JICA) bisa ambil bagian dalam penelitian itu. “Sebab JICA tengah melakukan penelitian energi terbarukan di Sulsel. Kami berharap salah satunya adalah tentang kelaikan energi nuklir.” (k26 – Bisnis Indonesia)
10 Juni 2009 pada 22:01
http://www.facebook.com/topic.php?uid=54836782689&topic=8663