Arsip

Teknologi Nuklir

DVCREbG82C

BANJARMASIN - Produk nuklir hasil dari pengembangan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mampu memberikan solusi bagi para penderita gagal ginjal di Pulau Kalimantan.

“Angka penderita gagal ginjal di Kalimantan cukup tinggi, mengingat air di sini tidak memiliki kualitas yang baik. Dengan alat Renograf ini kami dapat mempelajari kondisi dari fungsi ginjal pasien agar dapat melakukan tindakan lebih lanjut,” kata Kepala Instalasi Radiologi RSUD Ulin Banjarmasin, dr. Arlavinda Lubis, di Banjarmasin Selasa (19/12/2012).

Batan sendiri berhasil mengembangkan alat periksa fungsi ginjal Renograf model Xp USB dan Renograf Vista USB dengan teknik nuklir berbasis komputer. “Kalo alat yang di rumah sakit besar seperti di Jakarta mahal, dengan alat Renograf buatan Batan ini kami dapat mendeteksi penyakit pasien dengan biaya yang dibebankan ke pasien jauh lebih murah,” tuturnya.

JAKARTA – Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena saat ini cadangan uranium yang ada secara global cukup hingga 100 tahun ke depan.
"Itu bisa dilihat dari data yang dikeluarkan International Atomic Energy Agency (IAEA), mereka mengumpulkan potensi dari seluruh negara dan melihat bahwa sumber uranium cukup hingga 100 tahun ke depan," kata Djarot kepada Okezone, Rabu (17/10/2012).

Kazakhstan, Rusia dan Australia, kata Djarot menjadi pemasok uranium terbesar di dunia. Sementara itu, menyoal isu kelangkaan uranium, Djarot menjelaskan bahwa teknologi nuklir dapat memanfaatkan sumber sisa proses uranium (reprocessing).

Read More

INILAH.COM, Bandung – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) merupakan Lembaga pemerintahan non departemen yang menangani masalah nuklir di Indonesia telah lama menghasilkan produksi padi yang berkualitas. Namun potensi yang dimikinya masih belum banyak diketahui oleh masyarakat di Indonesia.

“Hal tersebut terlihat saat saya mengundang para bupati dan pejabat-pejabat daerah lainnya, ternyata banyak yang tidak tahu keberdaan Batan. Padahal Batan mampu mengahasilakan padi yang berkualitas dan bisa menghasilkan 8-9 ton dan berumur lama. Sedangkan biasanya produksi padi itu hanya mampu 4-5 ton dan umurnya pendek serta sering terkena hama,” kata Menristek Gusti Muhammad Hatta saat ditemui wartawan di Hotel Gran Royal Panghegar, Bandung, Selasa (7/8).

Read More

Di tengah hiruk pikuk krisis kedelai, muncul nama Harry Is Mulyana. Periset kedelai sejak 1982 di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) itu menyesalkan krisis yang terjadi saat ini.

Penemu enam varietas kedelai nasional yang sudah diuji coba di 23 provinsi ini mengatakan krisis kedelai tidak perlu terjadi bila pemerintah berpihak kepada petani. Lebih jauh tentang krisis kedelai, berikut petikan wawancara dengan Harry Is Mulyana.

Apa saja varietas kedelai yang anda hasilkan?

Awalnya varietas guntur pada 1983, kemudian varietas Muria pada 1987. Keunggulan varietas hasil iradiasi nuklir ini tahan penyakit karat daun karena adanya bakteri rhizobium yang menempel pada bintil akar. Bakteri ini menyebabkan kedelai memiliki antibodi sehingga tidak gampang kena penyakit.

Read More

Jepara (ANTARA News) – Para peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menghasilkan 20 varietas benih padi unggul untuk mendukung produkvititas tanaman padi di tanah air.

"Puluhan varietas benih padi tersebut, dihasilkan dari penggunaan teknologi nuklir untuk mengubah sifat dari benih padi tertentu menjadi lebih berkualitas," kata Deputi Kepala Batan Bidang Pendayagunaan hasil Litbang dan Pemanfaatan Iptek Nuklir Ferhat Aziz di Jepara, Rabu.

Ia menjamin, benih padi yang dihasilkan dengan radiasi nuklir tidak membahayakan kesehatan karena saat proses sinar radiasi nuklirnya tidak tinggal pada benih.

Read More

Chairul Hudaya

http://nuklir.info

Sedikit ingin share mengenai pengelolaan limbah nuklir. Sebenarnya aturan main dalam mentreatment limbah nuklir ini sudah dibuat oleh badan tenaga atom internasional (IAEA). Sehingga, Indonesia sebagai salah satu membernya pasti akan mengikuti arahan dari IAEA tersebut.  Prinsip dari arahan IAEA ini sangat menarik : "Pengelolaan limbah nuklir harus dikelola sedemikian rupa sehingga tidak membebani pada generasi yang akan datang", file-file guidancenya dapat dilihat disini :

Read More

kOht9vEi7oDI balik fungsinya yang dapat menyembuhkan penyakit, layanan radioterapi memunculkan risiko dan manfaat tersendiri. Kenali lebih lanjut sebelum Anda menggunakannya.

Dalam meningkatkan kualitas pelayanan pasien kanker, khususnya dalamtreatment radioterapi, tim medis memerlukan edukasi dan pemantauan rutin dari badan tenaga atom internasional. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat penggunaan nuklir pada sistem radioterapi memiliki manfaat besar pada pasien kanker jika diterapkan dengan prosedural yang tepat.

"Penggunaan radiasi pada pelayanan radioterapi ini bagaikan pisau bermata dua. Ada risk dan benefit-nya sehingga harus benar-benar tepat pengunaannya. Kalau sesuai prosedural, radioterapi tidak akan ada efek samping. Maka itu harus selalu ada pemantauan dan edukasi karena teknologi semakin hari semakin berkembang," tutur Soehartati Gondhowiardjo, MD, PhD, Kepala Departemen Radioterapi, RSCM, saat ditemui di RSCM, Jakarta (2/7/2012).

Read More

PENEMUAN partikel neutrino yang bergerak melebihi kecepatan cahaya menjadi topik hangat di kalangan fisikawan dunia dalam beberapa bulan terakhir karena dianggap dapat meruntuhkan Teori Relativitas  Einstein. Lebih dari 100 tahun lampau, Einstein  pernah menyatakan tak ada materi yang bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya. 

Sekelompok fisikawan internasional di Italia menerima temuan baru  para peneliti dari proyek Oscillation  Project with Emulsion Racting Apparatus (OPERA) yang menjalin kerja sama dengan  Pusat Riset Nuklir Eropa (CERN) di Genewa, Swiss  dan Laboratorium Gran Sasso di Italia Tengah.

Read More

TEMPO.CO,Serpong :– Jangan terburu-buru anti terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir setelah meledaknya reaktor Fukushima Daiichi, Maret lalu, pascagempa dan tsunami menghantam Jepang. Reaktor itu memang tak disiapkan untuk menghadapi tsunami, yang berujung pada gagalnya sistem pendingin reaktor tersebut.

Pembangkit listrik tenaga nuklir masa depan akan menerapkan sistem pendingin pasif untuk mencegah terjadinya pemanasan berlebih pada inti reaktor.

Peneliti termohidrolika reaktor dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Efrizon Umar, menyatakan teknologi pendingin pembangkit listrik Fukushima masih menggunakan teknologi lama. Ketika tsunami menghantam pesisir timur Jepang, reaktor langsung dimatikan untuk mencegah terjadinya kebocoran radioaktif. Padahal reaktor masih menyimpan 10 persen panas, meski telah dimatikan.

Read More

Serpong - Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo mengatakan, dunia internasional mengapresiasi kemajuan iptek nuklir Indonesia dan menilai Indonesia layak membantu negara-negara lain dalam mengembangkan iptek nuklirnya.

"Pada 2011 ada tiga pejabat badan energi nuklir internasional (IAEA) yang berkunjung ke Indonesia, untuk melihat-lihat hasil iptek nuklir kita. Ini sebuah pengakuan," kata Hudi, di Puspiptek Serpong, Banten, Senin (5/12).

Mereka adalah Direktur Jenderal (Dirjen) IAEA Yukiya Amano, Deputi Dirjen Badan IAEA bidang kerja sama teknis Kwaku Aning, dan Deputi Dirjen IAEA bidang aplikasi iptek nuklir Daud Mohammad, ditambah lagi Direktur IAEA divisi kerja sama teknis Asia Pasifik Dazhu Yang, Direktur IAEA divisi kesehatan Rethy Chhem dan Direktur IAEA divisi pangan Qu Liang.

Read More

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 116 pengikut lainnya.